Waktu memang cepat berlalu, tersadar dari ketidakpedulian kita dengan langkah dan hentakannya membuat kita perlu mengadakan evaluasi diri. Netter pilihan hidup terkadang membawa kita pada titik terendah dalam hidup kita. Entah dari sudut pandang pribadi atau khalayak biasa.

Keterbebasan dari kuntitan buruk di masa lalu coba untuk kita terima. Dengan mewujudkan sembah sujud pertanda kita mempunyai niatan positive untuk memperbaiki diri. Harapan dan kenyataan akan menimbulkan gap. Sehingga dengan selisihnya kita akan tahu jejak langkah kita sudah mengarah kemana.

Kadang kita membandingkan diri dengan seseorang yang dianggap sebagai kompetitor kita. Dan kita mencoba untuk berbuat lebih baik 10 kali lipat dari kompetitor kita. Di lihat dari segi positive rasa iri akan menjadikan kita lebih maju.

3 Bulan lalu penulis membuat keputusan yang dianggap tepat. Kegiatan rutinitas yang menjadi andalan untuk survive ditinggalkan demi memfokuskan diri pada penggapaian tujuan hidup. Menjadi manusia yang tidak tergantung pada orang lain. Menjalani aktivitas sesuai dengan nuraninya

Meski beberapa godaan datang, tetapi terus mencoba untuk selalu memperbaiki kesalahan-kesalahan dimasa lalu. Keberuntungan dan penunjukan jalan dari sang Penguasa Hidup dirasakan takjub untuk selalu disyukuri

Smoga motivasi dan ketenangan hidup yang sedang berjalan ini akan terus membaik dan titik perih yang dirasakan akan menghasilkan buah yang termanis dalam hidupku.

Comments 2 Comments »